Laporan Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah: Kemasaman (pH) Tanah KLU & Loteng

by - July 16, 2018


BAB I. PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Kemasaman tanah adalah ukuran aktivitas ion hidrogen dalam larutan tanah. Kemasaman tanah sangat mempengaruhi status ketersediaan dan keseimbangan unsur hara yang diperlukan tanaman. Pada dasarnya setiap jenis tanaman menghendaki pH tanah yang tertentu untuk dapat berproduksi secara maksimal, tetapi kebanyakan tanaman menghendaki pH tanah sekitar netral.
Tanah-tanah masam umumnya dijumpai pada daerah beriklim basah. Tanah ini mengandung Al. Fe, dan Mn terlarut dalam jumlah besar. Akibatnya, reaksi basa dengan tanahnya hanya mengandung sedikit Al, Fe, dan Mn yang terlarut.

pH tanah sangat penting bagi tanaman dalam menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap oleh tanaman. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun yang dapat mempengaruhi aktivitas organisme di dalam tanah.
Berdasarkan uraian diatas, maka perlu diadakan praktikum kemasaman tanah untuk mengetahui tingkat kemasaman tanah yang berkaitan erat dengan pH tanah agar dapat diketahui jenis tanaman yang cocok ditanami pada tanah ber-pH tertentu.
1.2     Tujuan Praktikum
Tujuan diadakannya praktikum ini adalah untuk menentukan pH tanah secara aktual.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Nilai angka untuk reaksi tanah sebagai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam tanah. Makin rendah nilai angkanya makin tinggi tingkat kemasamannya, makin tinggi nilai angkanya makin tinggi nilai alkalinitasnya. Kejenuhan basa berhubungan erat dengan pH tanah, dimana tanah dengan pH rendah umumnya mempunyai kejenuhan basa rendah, banyak didominasi oleh kation asam seperti Al dan H. jika jumlah kation asam (terutama Al) terlalu banyak maka dapat menyebabkan racun bagi tanaman (Arabia, 2012).
Kemasaman dan kebiasaan tanah didayai oleh kation yang dijerap pada muka zarah-zarah koloid. Kation-kation utama yang diserap ialah Al, H, Na, K, Ca, dan Mg. apabila lebih banyak ion Al dan H yang terjerap maka pH tanah menurun. Jika ion basa lebih banyak terjerap maka pH akan meningkat (Yunus, 2006).
Tipe kemasaman ada dua yaitu tipe kemasaman aktual (disebabkan adanya ion H+ dan Al3+ tertukarkan yang diadsorpsi oleh koloid tanah), dan tipe kemasaman potensial diukur dengan menggunakan larutan tanah elektrolit, umumnya KCl (Sutanto, 2012).
Penambahan bahan organik mampu meningkatkan pH tanah, unsur N dan hara makro lain yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman sehingga tanaman memperoleh cukup nutrisi untuk pertumbuhannya dibandingkan tanah berpasir. Tanah pasir pada umumnya mengandung lebih sedikit bahan organik dan nitrogen karena mempunyai kelengasan rendah, mudah terjadi oksidasi, secara alami penambahan sisa tanaman sedikit (Nariratih, 2013).
Tingkat kemasaman (pH) tanah penting karena beberapa tanaman tertentu perlu kondisi tanah dengan berbagai tingkat kemasaman. Tidak semua tanaman mempu hidup dengan kondisi pH tinggi, begitu pula sebaliknya. Dengan mengetahui tingkat kemasaman tanah kita dapat dengan mudah mengetahui tanaman jenis apa saja yang dapat dimanfaatkan pada kondisi tanah tersebut (Sukarman, 2007).

BAB III. METODE PRAKTIKUM
3.1     Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 9 April 2018 pukul 08.50 – 09.40 WITA di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
3.2     Alat dan Bahan Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah tabung kocok, timbangan analitik, dan stopwatch. Sedangkan bahan yang digunakan adalah contoh tanah halus dan bongkahan wilayah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah, aquades (H2O), dan pH stik.
3.3     Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja praktikum ini adalah
1.      Disiapkan tabung/botol kocok
2.      Ditimbang tanah sebanyak 10 gram
3.      Dimasukkan ke dalam tabung kocok
4.      Ditambahkan 20 ml aquades (H2O)
5.      Dikocok hingga homogen selama ± 5 menit
6.      Diendapkan selama 15 menit
7.      Diukur pH tanah dengan pH stik
8.      Dicatat hasilnya
  
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan pH Tanah
Tabel 6. Hasil Pengamatan pH Tanah
Sampel
Nilai pH
Kemasaman
KLU
5
Sangat masam
Loteng
6
Sedikit masam
pH tanah menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen dalam tanah. Makin tinggi kadar ion dalam tanah, maka semakin masam tanah tersebut. Berdasarkan praktikum yang dilakukan diperoleh hasil pH tanah KLU adalah 5 dengan tingkat kemasaman sangat masam. Sedangkan pH tanah Loteng adalah 6 dengan tingkat kemasaman sedikit masam. Dengan demikian tanah KLU memiliki konsentrasi ion hidrogen lebih tinggi daripada tanah Loteng. Kebanyakan tanaman lebih cocok dengan pH 7 yang netral, sementara tanah di Indonesia umumnya berpH masam berkisar 4,0-5,5 sehingga tanah Loteng yang berpH 6 dikatakan baik walaupun sedikit masam. Tanah berpH masam umumnya cocok ditanami buah-buahan misalnya strawberry dan beberapa jenis bunga.
Tanah dengan pH masam banyak ditemukan ion Al yang mengikat unsur P sehingga unsur P sulit untuk diserap tanaman. Ketersediaan hara di tanah Loteng bersifat netral karena termasuk pH yang baik untuk sebagian besar tanaman dengan kadar hara (makro dan mikro) optimum. Sedangkan tanah KLU termasuk berpH masam sehingga ketersediaan hara rendah karena ion fosfat bersenyawa dengan Fe dan Al membentuk senyawa yang tidak cepat tersedia bagi tanaman. Semua hara mikro kecuali (Mo) menjadi lebih tersedia, ion Al dilepaskan dari mineral lempung pada nilai pH dibawah 5,5 dan aktivitas bakteri menurun proses nitrifikasi terhambat.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pH yaitu bahan organik tanah yang secara terus menerus terdekomposisi oleh mikroorganisme menjadi senyawa pembentuk asam karbonat dan bereaksi hingga tercuci keluar dan meninggalkan tanah lebih masam, bahan induk, pengendapan, vegetasi alamai, pertumbuhan tanaman, kedalaman tanah, dan pupuk nitrogen.

BAB V. KESIMPULAN

Dari hasil praktikum dapat diambil kesimpulan bahwa pH tanah KLU lebih rendah daripada pH Loteng yaitu KLU 5 dan Loteng 6, sehingga tanah Loteng lebih ideal untuk ditanami berbagai macam tanaman karena pHnya mendekati netral.

DAFTAR PUSTAKA
Arabia, Teti., Zainabu., Royani, Ida. 2012. Karakteristik Tanah Salin Krueng
            Raya. Fakultas Pertanian Unsyiah. Banda Aceh.
Nariratih, Intan., Damanik., Sitanggang, Gantar. 2013. Ketersediaan Nitrogen
Pada Tiga Jenis Tanah Akibat Pemberian Tiga Bahan Organik dan Serapannya Pada Tanaman Jagung. Fakultas Pertanian USU. Medan.
Sukarman. 2007. Ilmu Tanah. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.
Sutanto, Ranchman. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Rajawali Press. Jakarta.
Yunus, Y. 2006. Tanah Dan Pengolahan. Alfabeta Press. Bandung.



(Microsoft Word) Laporan Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah: Kemasaman (pH) Tanah KLU & Loteng
Dapat dilihat dan didownload disini
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara download:
1. Klik tulisan 'disini' di atas
2. Silang laman yang tidak perlu, tunggu loading sebentar
3. Tekan 'Skip Ad'
4. Download file drive di tanda unduh (panah ke bawah ↓) di pojok kanan atas laman google drive
5. Selesai, tinggal cek di folder download

❤❤❤ 
@finasaadha

You May Also Like

0 comment

What do you think about this post?