Laporan Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah: Struktur Tanah KLU & Loteng

by - July 14, 2018


BAB I. PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Tanah  adalah  kumpulan bahan alam di sebagian besar permukaan bumi yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat-sifat akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk (batuan) dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu melalui proses fisika, kimia, biologi yan disebut pelapukan.
Tanah  memiliki beberapa sifat. Sifat kimia tanah diantaranya adalah reaksi keasaman tanah (pH), koloid tanah, bahan organik, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa. Sifat fisika tanah diantaranya adalah tekstur tanah, struktur tanah, warna tanah, konsistensi tanah, temperatur, dan kadar lengas tanah. Sifat biologi tanah diantaranya adalah dipengaruhi oleh akar, mikroorganisme dan makrofauna melalui proses transformasi karbon, serta transformasi dan fiksasi nitrogen.
Salah satu sifat fisika tanah adalah struktur tanah. Struktur tanah adalah susunan ikatan partikel butir-butir primer tanah dan agregat-agregat primer tanah secara alami menjadi bentuk tertentu. Struktur tanah berkaitan dengan kemampuan tanah dalam menahan air, drainase, aerase, perkembangan akar tanaman, mudah tidaknya tanah diolah dan akhirnya berpengaruh pula pada tingkat kesuburan tanah. Termasuk pergerakan air, ukuran kemantapan agregat, konsistensi, dan porositas. Porositas atau jumlah ruang pori yang dipengaruhi oleh struktur tanah, semakin padat dan keras struktur tanah maka porositasnya semakin besar.
Berdasarkan uraian diatas, sangat penting untuk mengetahui struktur tanah sebagai penentu kemampuan tanah untuk menunjang pertumbuhan tanaman sehingga perlu dilakukan praktikum tentang struktur tanah.

1.2     Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk 
1.    Menetapkan kerapatan butir tanah (BJ)
2.    Menetapkan kerapatan massa tanah (BV)
3.    Menghitung porositas tanah (n)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dan butiran-butiran tanah. Dimana gumpalan ini terjadi karena butira-butiran pasir, debu dan lempung yang terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksidasi besi dan lain-lain. Gumpalan kecil ini mempunyai bentuk, ukuran, dan kemantapan yang berbeda-beda. Tanah dikatakan tidak bertekstur melekat menjadi satu kesatuan yang padu disebut pejal (Agus, 2010).
Tanah yang terbentuk di daerah curah hujan tinggi umumnya ditemukan struktur tanah atau granula lapisan atas (top soil) yaitu horizon A dan struktur gumpalan di horizon B atau tanah lapisan bawah (sub soil). Struktur dapat berkembang dari butiran-butiran tunggal ataupun kondisi massiv. Dalam rangka menghasilkan agregat-agregat dimana harus terdapat beberapa mekanisme dalam partikel-partikel tanah mengelompokkan bersama menjadi doster. Pembentukan ini kadang-kadang sampai ketahap perkembangan struktural yang mantap (Madjid, 2009).
Struktur tanah yang baik adalah tanah yang kandungan udaranya dan airnya dalam jumlah cukup dan seimbang. Hal semacam ini hanya terdapat pada struktur tanah yang ruang pori-porinya besar. Dengan perbandingan yang sama antara pori-pori makro serta tanah terhadap pukulan  tetesan-tetasan air hujan. Dikatakan pula struktur tanah yang baik itu apaila perbandingannya sama antara padatan, cair, dan udara (Suhardi, 2014).
Faktor yang mempengaruhi bobot isi dan bobot jenis adalah pada isi yaitu tekstur, struktur, pengolahan tanah, kandungan bahan organik tanah. Serta yang dipengaruhi pada bobot isi adalah infiltrasi air, konsistensi, pergerakan akar, pengolahan tanah, dan porositas. Pengukuran porositas tanah adalah menentukan volume ruang udara/pori yang diantara partikel-partikel padatan (Klami, 2010).
 Struktur tanah sangat berpengaruh dalam bidang pertanian. Tanah sebagai media tumbuh bagi tanaman menjadi penentu seberapa hasil panen yang didapat jika struktur terlalu mantap maka akan membuat akar sulit menembusnya. Sebaliknya jika kemantapan struktur tanah terlalu lemah maka ketersediaan unsur hara dan air dengan kuat, karena itu dibutuhkan struktur tanah yang seimbang (Kurnia, 2006).
BAB III. METODE PRAKTIKUM
3.1     Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 April 2018 pukul 08.50 – 09.40 WITA di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
3.2     Alat dan Bahan Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah piknometer, gelas ukur, timbangan analitik, cawan pemanas lilin, termometer, dan tali. Sedangkan bahan yang digunakan adalah contoh tanah halus dan bongkahan wilayah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah, lilin cair, dan aquades.
3.3     Prosedur Kerja
3.3.1.      Kerapatan Butir Tanah (BJ)
1.    Ditimbang piknometer kosong, bersih, bersumbat (a gram).
2.    Diisi aquades ke dalam piknometer hingga batas sumbat.
3.    Ditimbang piknometer berisi aquades (b gram) kemudian diukur suhu piknometer berisi aquades (t1) untuk menentukan BJ1.
4.    Ditimbang tanah halus seberat 5 gram dan dimasukkan ke dalam piknometer yang telah dibersihkan.
5.    Ditambahkan ¾ aquades ke dalam piknometer, dikocok hingga homogeny kemudian ditimbang (c gram).
6.    Ditambahkan aquades ke dalam piknometer sampai batas sumbat kemudian ditimbang (d gram) dan diukur suhu (t2) untuk memperoleh BJ2.
7.    Diamati dan dianalisis hasilnya.
3.3.2.      Kerapatan Massa (BV)
1.    Ditimbang contoh bongkahan tanah dengan ukuran tertentu (a gram).
2.    Dicairkan lilin dalam cawan pemanas sampai encer, kemudian bongkahan tanah tadi diikat dengan tali dan dicelupkan ke dalam lilin cair sampai semua pori tertutup.
3.    Diangkat dan dikering anginkan, selanjutnya ditimbang (b gram).
4.    Dicatat volume awal air pada tabung ukur (p)
5.    Dicelupkan bongkahan tanah pada tabung ukur, dicatat volume air (q)
6.    Ditambahkan aquades sampai garis volume (r)
7.    Dicatat dan dianalisis datanya
3.3.3.      Porositas Total Tanah (n)
1.    Ditentukan nilai BJ
2.    Ditentukan nilai BV
3.    Dihitung hasilnya dengan rumus
n  = (1   BV/BJ)  100%


BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.    Berat Jenis Tanah (BJ)
Hasil Pengamatan Kerapatan Butir Tanah
Tabel 3. Hasil Pengamatan Kerapatan Butir Tanah
Sampel
g
t (g/cm3)
Kadar Lengas
BJ (g/cm3)
a
b
c
d
BJ1
BJ2
KLU
28,96
78,66
33,29
80,98
0,994
0,995
2,90%
2,032
Loteng
28,74
78,81
33,07
81,23
0,995
0,995
6,79%
2,112
Berat jenis tanah adalah berat tanah kering per satuan volume partikel-partikel padat dan tidak termasuk volume pori-pori tanah. Seperti tertera pada tabel pada praktikum kerapatan butir tanah ini diperoleh nilai BJ pada tanah KLU adalah 2,032 g/cm3 dan 2,112 g/cm3 untuk Loteng. Sementara menurut Suhardi (1997) berat jenis rata-rata butiran tanah dan mineral 2,65 g/cm3 untuk kepentingan praktis. Tanah mineral memiliki kisaran berat jenis 2,6 – 2,9 g/cm3 dan tanah organik 0,5 – 0,8 g/cm3.
Faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah adalah kandungan bahan organik dan komposisi bahan mineral tanah. Bahan organik berperan dalam merekatkan tanah, bila semakin banyak kandungan bahan organiknya maka berat jenis semakin rendah. Berat jenis tanah dapat mempengaruhi pengolahan tanah, jika BJ tinggi maka tanah tersebut mampat sehingga membutuhkan pengolahan tanah yang lebih agar tanah menjadi lebih subur.
Maka dari nilai BJ yang diperoleh dapat diketahui bahwa tanah KLU dan tanah Loteng cenderung merupakan tanah mineral karena bahan organiknya rendah sehingga nilai BJnya tinggi mendekati kisaran BJ mineral. Semakin tinggi berat jenis tanah maka kepadatan tanah semakin besar sehingga tanah Loteng sedikit lebih padat daripada tanah KLU sehingga memerlukan pengolahan tanah yang lebih seperti dengan cara dibajak sehingga tanah menjadi gembur.

4.2.   Berat Volume Tanah (BV)
Hasil Pengamatan Kerapatan Massa Tanah
Tabel 4. Hasil Pengamatan Kerapatan Massa Tanah
Sampel
g
ml
Kadar Lengas
BV (g/cm3)
a
b
p
q
r
KLU
9,26
11,29
700
710
0
3,76%
1,16
Loteng
8,25
10,33
700
710
0
5,28%
1,03
Berat volume tanah adalah berat tanah kering dengan volume total yang dibandingkan termasuk pori tanah. Dari tabel hasil praktikum menetapkan kerapatan massa tanah diperoleh nilai BV tanah KLU yaitu 1,16 g/cm3, lebih besar dari nilai BV Loteng yaitu 1,03 g/cm3. Menurut Suhardi (1997) jika tanah mempunyai berat volume lebih dari 1,6 g/cm3 maka pertumbuhan di akar akan terhambat karena mampat.
Faktor keragaman berat volume tanah sangat bergantung pada jenis fraksi penyusun tanah yaitu bahan mineral, bahan organik, termasuk tekstur tanah. Tanah yang bertekstur jarang biasanya mempunyai berat volume yang lebih rendah dibandingkan dengan tanah yang agak pejal. Berat volume dapat mempengaruhi beberapa faktor yaitu pengolahan tanah, pergerakan akar, dan dosis pupuk. Jika BVnya tinggi maka pergerakan akar akan sulit karena terhambat tanah yang mampat.
Maka dari nilai BV yang diperoleh dapat diketahui bahwa tanah KLU dan tanah Loteng masih cocok dan layak untuk ditanami karena akar akan dapat tumbuh dan pergerakannya tidak terbatas. Diketahui pula tanah Loteng bertekstur agak jarang dan lebih halus dibandingkan tanah KLU.

4.3.   Porositas Tanah (n)
Hasil Pengamatan Porositas Total Tanah
Tabel 5. Hasil Pengamatan Porositas Total Tanah
Sampel
BJ g/cm3
BV g/cm3
N
KLU
2,032
1,16
43%
Loteng
2,112
1,03
51%
Porositas adalah total pori dalam tanah yaitu ruang dalam tanah yang ditempati oleh air dan udara yang merupakan indikator aerasi dan drainase tanah. Porositas tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu kandungan bahan organik, struktur tanah, tekstur tanah, dan nilai BJ dan BV suatu tanah. Pada tanah KLU dengan nilai BJ 2,032 g/cm3 dan BV 1,16 g/cm3 diperoleh nilai porositas tanahnya sebesar 43% lebih kecil dari nilai porositas tanah Loteng sebesar 51% dengan nilai BJ 2,112 g/cm3 dan BV 1,03 g/cm3.
Nilai porositas suatu tanah besar jika nilai BJ dan BV tanah tersebut kecil, semakin besar porositas tanah maka tanah akan semakin renggang, sebaliknya semakin kecil porositas tanah maka tanah akan semakin pejal. Tanah KLU dengan jumlah BJ dan BV besar sehingga porositasnya bernilai lebih kecil dari tanah Loteng yang nilai porositasnya besar. Sesuai dengan pendapat Hardjowigeno (2003) bahwa apabila di dalam tanah memiliki pori-pori yang besar maka tanah akan lebih mudah menyerap air, ini berarti tanah memiliki nilai porositas besar, tanah yang bertekstur liat memiliki pori tanah yang lebih kecil dibandingkan tanah bertekstur pasir sehingga tanah bertekstur pasir lebih banyak menyerap air karena daya serap air tinggi sehingga seharusnya tanah KLU yang bertekstur pasir memiliki porositas yang lebih kecil daripada tanah Loteng yang bertekstur liat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kesalahan saat praktikum seperti kesalahan dalam metode, dalam pengamatan hasil pengukuran, maupun kesalahan dalam perhitungan data.
Tanah KLU cocok ditanami tanaman dengan kebutuhan penetrasi akar yang banyak seperti kacang-kacangan dan jenis umbi-umbian sementara tanah Loteng cocok ditanami tanaman persawahan seperti padi dan lainnya yang memerlukan banyak air.


BAB V. KESIMPULAN
1.    Kerapatan butir tanah (BJ) Loteng sebesar 2,112 g/cm3 lebih besar dari tanah KLU senilai 2,032 g/cm3 dan lebih padat
2.    Kerapatan massa tanah (BV) KLU senilai 1,16 g/cm3 lebih besar dari tanah Loteng senilai 1,03 g/cm3 dan lebih pejal
3.    Porositas tanah (n) Loteng senilai 51% lebih besar dari tanah KLU senilai 43% dan dapat menyerap air lebih banyak


DAFTAR PUSTAKA
Agus, C. 2010. Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian UGM.
            Yogyakarta
Kurnia. 2006. Struktur  Tanah. http://nia28.blogspot.com/struktur-tanah. [diakses
tanggal 26 April 2018]
Klami. 2010. Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah. http://laporanpraktikum
pertanian.blogspot.com [diakses pada 26 April 2018]
Madjid, Abdul. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Kuliah Fakultas
Pertanian.Yogyakarta.
Suhardi. 2014. Klasifikasi Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.



(Microsoft Word) Laporan Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah: Struktur Tanah KLU & Loteng
Dapat dilihat dan didownload disini
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara download:
1. Klik tulisan 'disini' di atas
2. Silang laman yang tidak perlu, tunggu loading sebentar
3. Tekan 'Skip Ad'
4. Download file drive di tanda unduh (panah ke bawah ↓) di pojok kanan atas laman google drive
5. Selesai, tinggal cek di folder download

❤❤❤ 
@finasaadha

You May Also Like

0 comment

What do you think about this post?