• Home
  • School
  • Writing
    • Fiction
      • SasuSaku Fanfiction
  • Girl Things
    • Fashion
    • Beauty
  • Travel
  • Portopholios
    • Photography
    • Design
facebook instagram twitter youtube

Creatifina


BAB I. PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Tanah  adalah  kumpulan bahan alam di sebagian besar permukaan bumi yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat-sifat akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk (batuan) dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu melalui proses fisika, kimia, biologi yan disebut pelapukan.
Tanah  memiliki beberapa sifat. Sifat kimia tanah diantaranya adalah reaksi keasaman tanah (pH), koloid tanah, bahan organik, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa. Sifat fisika tanah diantaranya adalah tekstur tanah, struktur tanah, warna tanah, konsistensi tanah, temperatur, dan kadar lengas tanah. Sifat biologi tanah diantaranya adalah dipengaruhi oleh akar, mikroorganisme dan makrofauna melalui proses transformasi karbon, serta transformasi dan fiksasi nitrogen.
Salah satu sifat fisika tanah adalah struktur tanah. Struktur tanah adalah susunan ikatan partikel butir-butir primer tanah dan agregat-agregat primer tanah secara alami menjadi bentuk tertentu. Struktur tanah berkaitan dengan kemampuan tanah dalam menahan air, drainase, aerase, perkembangan akar tanaman, mudah tidaknya tanah diolah dan akhirnya berpengaruh pula pada tingkat kesuburan tanah. Termasuk pergerakan air, ukuran kemantapan agregat, konsistensi, dan porositas. Porositas atau jumlah ruang pori yang dipengaruhi oleh struktur tanah, semakin padat dan keras struktur tanah maka porositasnya semakin besar.
Berdasarkan uraian diatas, sangat penting untuk mengetahui struktur tanah sebagai penentu kemampuan tanah untuk menunjang pertumbuhan tanaman sehingga perlu dilakukan praktikum tentang struktur tanah.

1.2     Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk 
1.    Menetapkan kerapatan butir tanah (BJ)
2.    Menetapkan kerapatan massa tanah (BV)
3.    Menghitung porositas tanah (n)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dan butiran-butiran tanah. Dimana gumpalan ini terjadi karena butira-butiran pasir, debu dan lempung yang terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksidasi besi dan lain-lain. Gumpalan kecil ini mempunyai bentuk, ukuran, dan kemantapan yang berbeda-beda. Tanah dikatakan tidak bertekstur melekat menjadi satu kesatuan yang padu disebut pejal (Agus, 2010).
Tanah yang terbentuk di daerah curah hujan tinggi umumnya ditemukan struktur tanah atau granula lapisan atas (top soil) yaitu horizon A dan struktur gumpalan di horizon B atau tanah lapisan bawah (sub soil). Struktur dapat berkembang dari butiran-butiran tunggal ataupun kondisi massiv. Dalam rangka menghasilkan agregat-agregat dimana harus terdapat beberapa mekanisme dalam partikel-partikel tanah mengelompokkan bersama menjadi doster. Pembentukan ini kadang-kadang sampai ketahap perkembangan struktural yang mantap (Madjid, 2009).
Struktur tanah yang baik adalah tanah yang kandungan udaranya dan airnya dalam jumlah cukup dan seimbang. Hal semacam ini hanya terdapat pada struktur tanah yang ruang pori-porinya besar. Dengan perbandingan yang sama antara pori-pori makro serta tanah terhadap pukulan  tetesan-tetasan air hujan. Dikatakan pula struktur tanah yang baik itu apaila perbandingannya sama antara padatan, cair, dan udara (Suhardi, 2014).
Faktor yang mempengaruhi bobot isi dan bobot jenis adalah pada isi yaitu tekstur, struktur, pengolahan tanah, kandungan bahan organik tanah. Serta yang dipengaruhi pada bobot isi adalah infiltrasi air, konsistensi, pergerakan akar, pengolahan tanah, dan porositas. Pengukuran porositas tanah adalah menentukan volume ruang udara/pori yang diantara partikel-partikel padatan (Klami, 2010).
 Struktur tanah sangat berpengaruh dalam bidang pertanian. Tanah sebagai media tumbuh bagi tanaman menjadi penentu seberapa hasil panen yang didapat jika struktur terlalu mantap maka akan membuat akar sulit menembusnya. Sebaliknya jika kemantapan struktur tanah terlalu lemah maka ketersediaan unsur hara dan air dengan kuat, karena itu dibutuhkan struktur tanah yang seimbang (Kurnia, 2006).
BAB III. METODE PRAKTIKUM
3.1     Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 April 2018 pukul 08.50 – 09.40 WITA di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
3.2     Alat dan Bahan Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah piknometer, gelas ukur, timbangan analitik, cawan pemanas lilin, termometer, dan tali. Sedangkan bahan yang digunakan adalah contoh tanah halus dan bongkahan wilayah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah, lilin cair, dan aquades.
3.3     Prosedur Kerja
1.       
2.       
3.       
3.1.       
3.2.       
3.3.       
3.3.1.      Kerapatan Butir Tanah (BJ)
1.    Ditimbang piknometer kosong, bersih, bersumbat (a gram).
2.    Diisi aquades ke dalam piknometer hingga batas sumbat.
3.    Ditimbang piknometer berisi aquades (b gram) kemudian diukur suhu piknometer berisi aquades (t1) untuk menentukan BJ1.
4.    Ditimbang tanah halus seberat 5 gram dan dimasukkan ke dalam piknometer yang telah dibersihkan.
5.    Ditambahkan ¾ aquades ke dalam piknometer, dikocok hingga homogeny kemudian ditimbang (c gram).
6.    Ditambahkan aquades ke dalam piknometer sampai batas sumbat kemudian ditimbang (d gram) dan diukur suhu (t2) untuk memperoleh BJ2.
7.    Diamati dan dianalisis hasilnya.
3.3.2.      Kerapatan Massa (BV)
1.    Ditimbang contoh bongkahan tanah dengan ukuran tertentu (a gram).
2.    Dicairkan lilin dalam cawan pemanas sampai encer, kemudian bongkahan tanah tadi diikat dengan tali dan dicelupkan ke dalam lilin cair sampai semua pori tertutup.
3.    Diangkat dan dikering anginkan, selanjutnya ditimbang (b gram).
4.    Dicatat volume awal air pada tabung ukur (p)
5.    Dicelupkan bongkahan tanah pada tabung ukur, dicatat volume air (q)
6.    Ditambahkan aquades sampai garis volume (r)
7.    Dicatat dan dianalisis datanya
3.3.3.      Porositas Total Tanah (n)
1.    Ditentukan nilai BJ
2.    Ditentukan nilai BV
3.    Dihitung hasilnya dengan rumus
n  = (1   BV/BJ)  100%


BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
1.    
2.    
3.    
4.    
4.1.    Berat Jenis Tanah (BJ)
Hasil Pengamatan Kerapatan Butir Tanah
Tabel 3. Hasil Pengamatan Kerapatan Butir Tanah
Sampel
g
t (g/cm3)
Kadar Lengas
BJ (g/cm3)
a
b
c
d
BJ1
BJ2
KLU
28,96
78,66
33,29
80,98
0,994
0,995
2,90%
2,032
Loteng
28,74
78,81
33,07
81,23
0,995
0,995
6,79%
2,112
Berat jenis tanah adalah berat tanah kering per satuan volume partikel-partikel padat dan tidak termasuk volume pori-pori tanah. Seperti tertera pada tabel pada praktikum kerapatan butir tanah ini diperoleh nilai BJ pada tanah KLU adalah 2,032 g/cm3 dan 2,112 g/cm3 untuk Loteng. Sementara menurut Suhardi (1997) berat jenis rata-rata butiran tanah dan mineral 2,65 g/cm3 untuk kepentingan praktis. Tanah mineral memiliki kisaran berat jenis 2,6 – 2,9 g/cm3 dan tanah organik 0,5 – 0,8 g/cm3.
Faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah adalah kandungan bahan organik dan komposisi bahan mineral tanah. Bahan organik berperan dalam merekatkan tanah, bila semakin banyak kandungan bahan organiknya maka berat jenis semakin rendah. Berat jenis tanah dapat mempengaruhi pengolahan tanah, jika BJ tinggi maka tanah tersebut mampat sehingga membutuhkan pengolahan tanah yang lebih agar tanah menjadi lebih subur.
Maka dari nilai BJ yang diperoleh dapat diketahui bahwa tanah KLU dan tanah Loteng cenderung merupakan tanah mineral karena bahan organiknya rendah sehingga nilai BJnya tinggi mendekati kisaran BJ mineral. Semakin tinggi berat jenis tanah maka kepadatan tanah semakin besar sehingga tanah Loteng sedikit lebih padat daripada tanah KLU sehingga memerlukan pengolahan tanah yang lebih seperti dengan cara dibajak sehingga tanah menjadi gembur.

4.2.   Berat Volume Tanah (BV)
Hasil Pengamatan Kerapatan Massa Tanah
Tabel 4. Hasil Pengamatan Kerapatan Massa Tanah
Sampel
g
ml
Kadar Lengas
BV (g/cm3)
a
b
p
q
r
KLU
9,26
11,29
700
710
0
3,76%
1,16
Loteng
8,25
10,33
700
710
0
5,28%
1,03
Berat volume tanah adalah berat tanah kering dengan volume total yang dibandingkan termasuk pori tanah. Dari tabel hasil praktikum menetapkan kerapatan massa tanah diperoleh nilai BV tanah KLU yaitu 1,16 g/cm3, lebih besar dari nilai BV Loteng yaitu 1,03 g/cm3. Menurut Suhardi (1997) jika tanah mempunyai berat volume lebih dari 1,6 g/cm3 maka pertumbuhan di akar akan terhambat karena mampat.
Faktor keragaman berat volume tanah sangat bergantung pada jenis fraksi penyusun tanah yaitu bahan mineral, bahan organik, termasuk tekstur tanah. Tanah yang bertekstur jarang biasanya mempunyai berat volume yang lebih rendah dibandingkan dengan tanah yang agak pejal. Berat volume dapat mempengaruhi beberapa faktor yaitu pengolahan tanah, pergerakan akar, dan dosis pupuk. Jika BVnya tinggi maka pergerakan akar akan sulit karena terhambat tanah yang mampat.
Maka dari nilai BV yang diperoleh dapat diketahui bahwa tanah KLU dan tanah Loteng masih cocok dan layak untuk ditanami karena akar akan dapat tumbuh dan pergerakannya tidak terbatas. Diketahui pula tanah Loteng bertekstur agak jarang dan lebih halus dibandingkan tanah KLU.

4.3.   Porositas Tanah (n)
Hasil Pengamatan Porositas Total Tanah
Tabel 5. Hasil Pengamatan Porositas Total Tanah
Sampel
BJ g/cm3
BV g/cm3
N
KLU
2,032
1,16
43%
Loteng
2,112
1,03
51%
Porositas adalah total pori dalam tanah yaitu ruang dalam tanah yang ditempati oleh air dan udara yang merupakan indikator aerasi dan drainase tanah. Porositas tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu kandungan bahan organik, struktur tanah, tekstur tanah, dan nilai BJ dan BV suatu tanah. Pada tanah KLU dengan nilai BJ 2,032 g/cm3 dan BV 1,16 g/cm3 diperoleh nilai porositas tanahnya sebesar 43% lebih kecil dari nilai porositas tanah Loteng sebesar 51% dengan nilai BJ 2,112 g/cm3 dan BV 1,03 g/cm3.
Nilai porositas suatu tanah besar jika nilai BJ dan BV tanah tersebut kecil, semakin besar porositas tanah maka tanah akan semakin renggang, sebaliknya semakin kecil porositas tanah maka tanah akan semakin pejal. Tanah KLU dengan jumlah BJ dan BV besar sehingga porositasnya bernilai lebih kecil dari tanah Loteng yang nilai porositasnya besar. Sesuai dengan pendapat Hardjowigeno (2003) bahwa apabila di dalam tanah memiliki pori-pori yang besar maka tanah akan lebih mudah menyerap air, ini berarti tanah memiliki nilai porositas besar, tanah yang bertekstur liat memiliki pori tanah yang lebih kecil dibandingkan tanah bertekstur pasir sehingga tanah bertekstur pasir lebih banyak menyerap air karena daya serap air tinggi sehingga seharusnya tanah KLU yang bertekstur pasir memiliki porositas yang lebih kecil daripada tanah Loteng yang bertekstur liat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kesalahan saat praktikum seperti kesalahan dalam metode, dalam pengamatan hasil pengukuran, maupun kesalahan dalam perhitungan data.
Tanah KLU cocok ditanami tanaman dengan kebutuhan penetrasi akar yang banyak seperti kacang-kacangan dan jenis umbi-umbian sementara tanah Loteng cocok ditanami tanaman persawahan seperti padi dan lainnya yang memerlukan banyak air.


BAB V. KESIMPULAN
5.     
1.    Kerapatan butir tanah (BJ) Loteng sebesar 2,112 g/cm3 lebih besar dari tanah KLU senilai 2,032 g/cm3 dan lebih padat
2.    Kerapatan massa tanah (BV) KLU senilai 1,16 g/cm3 lebih besar dari tanah Loteng senilai 1,03 g/cm3 dan lebih pejal
3.    Porositas tanah (n) Loteng senilai 51% lebih besar dari tanah KLU senilai 43% dan dapat menyerap air lebih banyak


DAFTAR PUSTAKA
Agus, C. 2010. Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian UGM.
            Yogyakarta
Kurnia. 2006. Struktur  Tanah. http://nia28.blogspot.com/struktur-tanah. [diakses
tanggal 26 April 2018]
Klami. 2010. Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah. http://laporanpraktikum
pertanian.blogspot.com [diakses pada 26 April 2018]
Madjid, Abdul. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Kuliah Fakultas
Pertanian.Yogyakarta.
Suhardi. 2014. Klasifikasi Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.



(Microsoft Word) Laporan Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah: Struktur Tanah KLU & Loteng
Dapat dilihat dan didownload disini
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara download:
1. Klik tulisan 'disini' di atas
2. Silang laman yang tidak perlu, tunggu loading sebentar
3. Tekan 'Skip Ad'
4. Download file drive di tanda unduh (panah ke bawah ↓) di pojok kanan atas laman google drive
5. Selesai, tinggal cek di folder download

❤❤❤ 
@finasaadha
Share
Tweet
Pin
Share
No comment

BAB I. PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik yang sangat vital peranannya bagi kehidupan di bumi karena tanah menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar tumbuhan, habitat hidup mikroorganisme, hewan, dan manusia.
Salah satu sifat fisika tanah adalah tekstur tanah yaitu sifat halus atau kasarnya butiran tanah yang ditentukan oleh perbandingan antara fraksi pasir, debu, dan liat. Tanah yang bertekstur pasir butirannya besar dan luas permukaannya kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara. Tanah bertekstur liat lebih halus dan luas permukaannya besar sehingga lebih mampu menahan air dan menyediakan unsur hara.
Share
Tweet
Pin
Share
No comment

BAB I. PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Tanah merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup sebab tanah dapat dimanfaatkan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya tumbuh-tumbuhan. Sedangkan manusia sangat membutuhkan tanaman baik dalam pemenuhan makanan, pakaian, dan lain-lain. Tanah tersusun atas komponen mineral, organik, air dan udara. Kenampakan sifat-sifat tanah di daerah tertentu berbeda dengan daerah lainnya, hal ini dipengaruhi oleh proses gabungan alami yaitu bahan induk, iklim, topografi, dan organisme yang bekerja pada waktu tertentu.
Tanaman, mikroorganisme, serta makhluk hidup lainnya yang hidup di dalam tanah membutuhkan air untuk tumbuh dan bertahan hidup. Kebutuhan tanaman akar, air ditentukan oleh daya tanaman menghadapi penurunan ketersediaan lengas tanah. Lengas tanah merupakan salah satu sifat fisik tanah yang berperan dalam menjaga kapasitas air dan kelembaban tanah serta menunjukkan kebutuhan air suatu jenis tanah dan kemampuan tanah mengikat air.
Share
Tweet
Pin
Share
No comment
BAB I. PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Energi matahari merupakan potensi energi terbesar dan terjamin keadannya di muka bumi. energi matahari dapat dirasakan di sekluruh permukaan bumi. Pemanfaatan radiasi matahari sama sekali tidak menimbulkan polusi di atmosfer. Radiasi matahari merupakan unsur yang sangat penting dalam bidang pertanian. Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi tanaman hijau yang melalui proses fotosintesis diubah menjadi energi kimia. Radiasi memegang peranan penting sebagai sumber energi dalam proses evaporasi yang menentukan kebutuhan air tanaman.
Share
Tweet
Pin
Share
No comment


(PDF) DDIT: Unsur Hara
Dapat dilihat dan didownload disini

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara download:
1. Klik tulisan 'disini' di atas
2. Silang laman yang tidak perlu, tunggu loading sebentar
3. Tekan 'Skip Ad'
4. Download file drive di tanda unduh (panah ke bawah ↓) di pojok kanan atas laman google drive
5. Selesai, tinggal cek di folder download

❤❤❤ 
Share
Tweet
Pin
Share
No comment
  


     Sebagai mahasiswa semester 2, fina mau berbagi file-file materi waktu semester 1 dulu, kalo udah dapet materi gini gaada alasan lagi ya buat ga belajar dan harus banget sih dapet IP bagus, yak harus banget, apalagi di semester awal kalo kata kakak-kakak berprestasi yang dahulu bilangnya semester awal itu tempetnya mahasiswa mengumpulkan IP tinggi ya karena kita ga tau kan semakin naik semesternya ya semakin sulit gitcu...
     Sekali lagi, i warn you guys, ini buat bantu-bantu kalian belajar aja ya, biasanya modul dan e-book penulis terkenal gitu banyak sih di google, but this is all i have in my laptop, semoga kalian bisa memanfaatkan dengan bijak yaa...
Share
Tweet
Pin
Share
6 comment
when live gives you lemonade, add sugar.

Share
Tweet
Pin
Share
No comment

do more of what makes you happy

Share
Tweet
Pin
Share
No comment
Newer Posts
Older Posts

hai semuanya!

About Me
selamat datang di blognya fina, semoga bermanfaat ya! jangan lupa mampir di sosial mediaku ya~

Social Media

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram


Umrah dan Haji Plus

Umrah & Haji Plus | Arminareka Perdana

Halo teman-teman semua, untuk teman-teman muslim di seluruh Indonesia khususnya yang berdomisili di Provinsi Nusa Tenggara Barat, ya...

Lit This Week

  • Sejarah: Kerajaan Kediri
    KERAJAAN JENGGALA •        Derah kekuasaan : Malang dan Delta Sungai Brantas. •        Pelabuhan : Surabaya, Rembang, dan Pasuruhan....
  • Catatan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan)
    Nemu catatan ldk ORSIMA/OSIS tahun 2015 dulu, daripada usang di binder mending aku ketik sekalian share aja yekan ✌ Pribadi teladan:...
  • Fisika: Venturimeter Tanpa Manometer
    Venturimeter digunakan untuk mengukur laju aliran fluida. Sehari-hari: perusahaan air minum menggunakan venturimeter untuk menghitung ...

Categories

Album & Song List Beauty Chit-Chat Competition Design Drama Draw Fanficton Fashion Fiction Foods Freebies Indonesia Islam Japan Kuli-ah Photography Quotes School Travel
Creatifina

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  February 2025 (1)
      • My Review to My Dearest Nemesis
  • ►  2024 (1)
    • ►  March 2024 (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  January 2022 (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  May 2020 (4)
  • ►  2019 (4)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  July 2019 (3)
  • ►  2018 (92)
    • ►  December 2018 (6)
    • ►  November 2018 (2)
    • ►  October 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  August 2018 (5)
    • ►  July 2018 (10)
    • ►  April 2018 (13)
    • ►  March 2018 (15)
    • ►  February 2018 (20)
    • ►  January 2018 (16)
  • ►  2017 (143)
    • ►  December 2017 (13)
    • ►  November 2017 (14)
    • ►  October 2017 (26)
    • ►  September 2017 (31)
    • ►  August 2017 (22)
    • ►  July 2017 (23)
    • ►  June 2017 (13)
    • ►  May 2017 (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  June 2016 (2)
    • ►  May 2016 (2)
    • ►  April 2016 (1)
    • ►  March 2016 (1)
  • ►  2015 (25)
    • ►  July 2015 (1)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  February 2015 (3)
    • ►  January 2015 (17)
  • ►  2014 (13)
    • ►  December 2014 (9)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  May 2014 (1)
  • ►  2013 (5)
    • ►  December 2013 (1)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  May 2013 (1)

My Blog List

  • Go Blog
    POSTES 1
  • instagram
  • twitter
  • youtube

Created with by ThemeXpose