• Home
  • School
  • Writing
    • Fiction
      • SasuSaku Fanfiction
  • Girl Things
    • Fashion
    • Beauty
  • Travel
  • Portopholios
    • Photography
    • Design
facebook instagram twitter youtube

Creatifina


Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat, taufiq dan hidayahNya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kedua kalinya salawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah mengarahkan kita kepada agama yang diridhai Allah SWT yakni agama Islam.
Namun kami yakin tanpa adanya bimbingan, dorongan, motivasi dan do’a, makalah yang berjudul “Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an sebagai Bayan At-Tafsir” ini tidak akan terwujud.Selain itu ucapan terima kasih kami kepada yang terhormat, guru pembimbing kami, M. Zainul Luthfi, S.Pd
 Akhir kata penulis menyadari maklah ini masih banyak kesalahan, baik dalam penulisan maupun informasi yang terkandung didalam makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan kritik maupun saran yang membangun demi perbaikan dan kesempurnaan dimasa yang akan datang. Dan semoga makalah ini bisa membawa manfaat bagi kita khususnya bagi kami. Amin.




Mataram, 4 April 2015

Kelompok 2





Daftar Isi
Kata Pengantar................................................................................ 1
BAB I : Pendahuluan......................................................................... 3
A.                                                                                                                                                                                                                                                                Latar Belakang......................................................................................................... 3
B.                                                                                                                                                                                                                                                                 Rumusan Masalah............................................................................................ 3
C.                                                                                                                                                                                                                                                                 Tujuan   3
BAB II : Pembahasan........................................................................ 4
A.                                                                                                                                                                                                                                                                Hadits sebagai Bayan terhadap Model Tafsir Al-Qur’an........................................... 4
B.                                                                                                                                                                                                                                                                 Hadits sebagai Bayan At-Tafsir................................................................................. 9
BAB III : Kesimpulan......................................................................... 13
Daftar Pustaka................................................................................. 14


BAB I
Pendahuluan
A.  Latar Belakang
Mayoritas Ulama sepakat bahwa hadits atau sunnah merupaan sumber hukum Islam kedua setelah al-Qur’an. Kedunya tidak dapat dipisahkan. Sebab antara keduanya sama-sama merupakan wahyu Allah SWT. Jika al-Qur’an disebut sebagai whyu “al-matluw” (wahyu yang terbaca), maka sunnah merupakan wahyu “ghair al-watluw”(wahyu yang tidak terbaca). Artinya al-Qur’an merupakan wahyu yang terbaca yang disusun secara sistematis dan mengandung nilai mu’jizat, sementara sunnah merupakan wahyu yang diriwayatkan (marwiy) yang dinukil tanpa susunan yang sistematis sebagaimana al-Qur’an, dan juga tidak mengandung nilai mu’jizat, tidak matluw meskipun maqru’. “dan tiadalah yang diucapkan itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya”. Ucapanya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. Oleh karena itu, umat Islam diwajibkan untuk taat kepada sunah sebagaimana ketaatannya kepada al-Qur’an. Dalam hubungannya dengan Al-Qur’an, hadits mempunyai peran penting yaitu sebagai penjelas dari ayat-ayat Al-Qur’an.Namun hadits itu sendiri dibagi atas beberapa pengertian dan konstektual. Sedangkan fungsi hadits sebagai penjelas juga banyak pembagiannya seperti bayan tafsir, bayan taqrir, dan bayan tabdil atau nasakh.

B.   Rumusan Masalah
1.     Apakah fungsi Hadits sebagai bayan?
2.     Apakah fungsi Hadits sebagai bayan at-tafsir?

C.  Tujuan
Untuk mengetahui peranan hadits sebagai penjelas dari ayat-ayat tertentu dari Al-Qur’an.
BAB II
Pembahasan
A.  Hadits sebagai Bayan terhadap Model Tafsir Al-Qur’an
Semua umat Islam telah sepakat bahwa hadits rasul adalah sumber dan dasar hukum Islam setelah al-Qur’an, dan umat Islam diwajibkan mengikuti dan mengamalkan hadits sebagaimana diwajibkan mengikuti dan mengamalkan al-Qur’an.
al-Qur’an dan Hadits merupakan dua sumber hukum pokok syariat Islam secara mendalam dan lengkap tanpa kembali kepada dua sumber hukum tersebut. Seorang mujtahid dan seorang Ulama pun tidak diperbolehkan hanya mencukupkan diri dengan mengambil salah satu diantara keduanya.
Banyak kita jumpai ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits yang memberikan pengertian hadits merupakan sumber hukum Islam setelah al-Qur’an yang wajib diikuti, dan diamalkan baik dalam bentuk perintah maupun larangannya, dan uraian dibawah ini merupakan penjelasan tentang kedudukan hadits dalam syariat Islam dengan mengambil beberapa dalil, baik aqli maupun naqli.
Hadits sebagai bayan (penjelas) dalam ajaran Islam berfungsi sebagai memperkokoh apa yang terkandung dalam al-Qur’an (bayan taqrir), sebagai penjelas ayat yang mujmal (bayan tafsir), mengadakan suatu hukum yang belum ada dalam al-Qur’an (bayan tasyri’), dan juga sebagai mengganti suatu hukum atau menghapus suatu hukum (bayan nasakh).
Telah diketahui, bahwa makna dan kandungan al-Qur’an kebanyakan adalah masih bersifat ‘am (umum) dan mujmal (global). Hal itu tentu saja menghajatkan penjelasan-penjelasan yang lebih terang dan detail . Muhammad Saw. sebagai Rasulullah, telah diberikan tugas dan otoritas (wewenang penuh) untuk menjelaskan terhadap makna al-Qur’an.
Hal itu sebagaimana dijelaskan Allah Swt. dalam al-Qur’an, surat an-Nahl, ayat 44
Artinya: keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.

[Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran.

Ayat ini adalah merupakan salah satu penetapan tugas Rasul untuk menjelaskan makna al-Qur’an, sekaligus merupakan fasilitas legal dari Allah, atas kewajiban umat Islam untuk mentaati dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi saw. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.
Musthafa as-Sibaiy secara garis besar menjelaskan bahwa terdapat tiga fungsi Nabi Saw. dalam arti Hadis / Sunnah terhadap model tafsir al-Qur’an, di antaranya :
1.     Sebagai memperkuat hukum yang terkandung dalam al-Qur’an, baik yang global maupun yang detail.
2.     Menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam al-Qur’an , yakni mentaqyidkan (mempersyaratkan) yang mutlak, mentafshilkan yang mujmal dan mentakhsiskan (penentuan yang khusus) atas yang masih ‘am.
3.    Menetapkan hukum yang tidak disebutkan oleh al-Qur’an.
Beberapa contoh mengenai fungsi hadis / sunnah sebagaimana yang dijelaskan oleh Musthafa as- Siba’iy, seperti yang dikutip oleh Fatchur Rahman, menjelaskan:
1.    Sebagai penetapan untuk memperkuat hukum, seperti dalam al-Qur’an yang mengharamkan tentang bersaksi palsu atau berkata dusta, Allah SWT. berfirman dalam al-Qur’an Surah al-Hajj ayat 30
  
Artinya: Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah[989] Maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. dan telah Dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.

[989] Maksudnya antara lain Ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram (Mekah) dan ihram.

Kemudian Nabi Saw. dengan hadisnya menguatkannya, sebagaimana sabdanya yang artinya “ Perhatikanlah ! Aku akan memberitahukan kepadamu sekalian tentang sebesar – besarnya dosa. Sahut kami : Baiklah yaa Rasulullah , beliau meneruskan sabdanya ; musyrik kepada Allah, menyakiti kedua orang tua. Saat itu Rasulullah sedang bersandar, tiba-tiba duduk , seraya bersabda lagi ; Awas ! berkata (bersaksi) palsu.”

2.    Menjelaskan hukum al-Qur’an yang masih mujmal, misalnya: Nash al-Qur’an, mengharamkan bangkai dan darah secara global dan mutlak, sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 3
  
Artinya: diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[394] Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.
[395] Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
[397] Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa, Yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.

Kemudian al-Sunnah mentaqyidkan (memberi persyaratan) kemutlakannya, dan mentaksiskan (memberi ketentuan khusus) atas keharamannya, serta menjelaskan macam-macam bangkai dan darah. Sebagaimana Sabda Nabi Saw. menjelaskan : “ Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai, dan dua macam darah. Adapun dua macam bangkai itu, ialah bangkai ikan dan bangkai belalang, sedang dua macam darah itu ialah hati dan limpa”.( HR. Ibn Majah dan al-Hakim ).

3.    Sebagai dasar untuk menetapkan hukum yang tidak didapati dalam al-Qur’an, seperti larangan mengawini seorang wanita yang sepersusuan, karena dianggap muhrim (senasab), misalnya sabda Nabi Saw :
“Sungguh Allah telah mengharamkan mengawini seseorang karena sepersusuan, sebagaimana halnya Allah telah mengharamkannya karena senasab”. (HR. Bukhari-Muslim).

Kemudian berdasarkan pendapat para ‘ulama, sebagaimana dikutip oleh M. Syuhudi Ismail, menjelaskan ; bahwa , fungsi al-Hadis atau al-Sunnah dibagi menjadi: bayan tafsir, bayan taqrir, dan bayan tabdal atau nasakh. Namun, di dalam makalah ini, kami hanya diberi tugas untuk mengulas bayan tafsir.

B.  Hadits sebagai Bayan Tafsir
Tafsir adalah keterangan atas Al-Qur’an yang belum dimengerti. Maksudnya, penjelasan atas ayat- ayat Al-Qur’an. Tafsir secara Etimologis adalah penjelasan dan mengungkapkan. Kata tafsir diambil dari kata fassara – yufassiru- tafsiran yang berarti keterangan atau uraian. Pada dasarnya kata tafsir berdasarkan bahasa tidak terlepas dari kandungan makna Al-Qur’an (Menjelaskan) Al-Bayan (Menerangkan) Al-Kasif (Mengungkapkan), Al-Azhar (Menampakkan) dan Al-Ibanah ( Menjelaskan ). Tafsir secara istilah adalah ilmu yang membahas tentang cara mengucap lafaz Al-Qur’an, makna-makna yang ditujukan dan hukum-hukumnya, baik ketika berdiri sendiri atau tersusun. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan tafsir adalah menjelaskan atau menerangkan ayat-ayat Al-Qur’an yang belum paham maksudnya.
Sedangkan, bayan tafsir berfungsi menjelaskan ayat-ayat yang mujmal (global) dan musytarak (satu lafadz yang memiliki makna), memberikan persyaratan ayat-ayat yang bersifat mutlak, dan menkhususkan ayat-ayat yang bersifat umum.
a.    Tafsir Mujmal
Sebagai penjelasan ayat-ayat yang mujmal (global) dan musytarak (satu lafadz yang memiliki makna), contoh:
صلو ا كما رأيتمو ني أصلي (ر واه البخا ريي)
“sholatlah sebagaimana engkau melihatku sholat” (HR. Bukhari)
Hadits diatas menjelaskan sebagaimana mendirikan sholat. Sebab dalam Al-Qur’an tidak dijelaskan secara rinci sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 43

Artinya: dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'[44].

[44] Yang dimaksud ialah: shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.

b.    Tafsir Mutlaq
Sebagai penjelasan ayat-ayat yang bersifat mutlak. Sedangkan contoh hadits yang membatasi ayat-ayat Al-Qur’an yang bersifat mutlak adalah:
أتي رسو ل الله صلى عليه و سلم بسا ر ق فقطع يد ه من مفصل الكففا
“Rasulullah SAW. Didatangi seseorang dengan membawa pencuri, maka beliau memotong tangan pencuri dari pergelangan tangan”.

Hadits ini mentaqyid QS. Almaidah:38
 
Artinya: laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

c.                                                                                                                                                                                                           Tafsir Am
Sebagai penjelasan untuk menkhususkan ayat-ayat yang bersifat umum. Sedangkan contoh hadits yang berfungsi untuk mengkhususkan keumuman ayat Al-Qur’an, Nabi SAW bersabda:
قل النبي صلى الله عليه و سلم لا ير ث المسلم الكا فر ولا الا الكا فر المسلم (ر وا ه البخا ري) 
“Tidaklah orang muslim mewarisi dari orang kafir, begitu juga kafir tidak mewarisi dari orang muslim” (HR.Bukhari)

Hadits tersebut mengkhususkan keumuman QS. An-Nisa:11
  
Artinya: Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan[272]; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua[273], Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[272] Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar maskawin dan memberi nafkah. (Lihat surat An Nisaa ayat 34).
[273] Lebih dari dua Maksudnya : dua atau lebih sesuai dengan yang diamalkan Nabi.
BAB III
Kesimpulan
Dari berbagai uraian yang telah disampaikan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.     Hadits merupakan berbagai hal yang telah diucapkan dan dicontohkan oleh Rosululloh yang harus dajadikan pedoman dan contoh bagi umat Islam
2.     Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an adalah sebagai penguat dan memperjelas apa-apa yang ada di dalam Al-Qur’an yang masih bersifat global (mu’mal).
3.    Hadits dan Al-Qur’an adalah merupakan sumber hukum dalam kehidupan manusia untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
4.    Fungsi hadits sebagai bayan tafsir ialah sebagai penjelas atau penerang terhadap ayat-ayat yang masih mujmal (global) dan yang musytarak ( dobitus : satu lafadz mengandung beberapa makna).


Daftar Pustaka
http://lebak-kauman.blogspot.com/2013/02/fungsi-hadits-dalam-ajaran-islam.html
https://prezi.com/njb2wppjid0-/hadist/

Dapat didownload disini
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara download:
1. Klik tulisan 'disini' di atas
2. Silang laman yang tidak perlu, tunggu loading sebentar
3. Tekan 'Skip Ad'
4. Download file drive di tanda unduh (panah ke bawah ↓) di pojok kanan atas laman google drive
5. Selesai, tinggal cek di folder download

❤❤❤ 
Fina Sarah Adhari
Share
Tweet
Pin
Share
No comment
          Hi girls! Hari ini aku pengen kasi tahu kalian game online facebook yang sering aku mainkan. Well, karena cewek suka pakaian apalagi yang lucu-lucu, ini aku maininnya yang fashion aja, aku ga begitu suka mainin game yang masak-masakan, hehe. 
Share
Tweet
Pin
Share
2 comment

             Fina baru selesai menulis Review Drama Korea & OST: Fight for My Way 💕 dan mau cerita tentang hari ini. Karena as what i said before, kalau kerjaannya cuma makan tidur aja fina gabakalan cerita lah ya, ehe. 
             Jadi, hari ini pagi-pagi sekitar jam delapan atau sembilan fina ngedownload episode terakhirnya si Fight for My Way itu, waktu ngedownload ada yang komentar kalo si Ko Dong Man mati, ahelah, kan fina gasuka tu cerita sad ending, jadi males nontoninnya, tapi penasaran, jadi ya ditontonin, fina tunggu-tunggu bagian Dong Man mati dan... gaada-_- tipu daya muslihat manusia aduhai, akhirnya fina ikutan komen Dong Man mati hahahaha#evillaugh
Share
Tweet
Pin
Share
No comment

 Hai gurls! Kali ini aku mau ngereview drama korea yang baru aja complete hari ini. Drama ini udah aku ikutin dari awal, hwaaa. Excited banget deh! Soalnya aku emang suka Kim Ji Won yang cantik, trus trailer drama ini juga lucu banget, sukaaa💛
Share
Tweet
Pin
Share
12 comment


Halo teman-teman semua, untuk teman-teman muslim di seluruh Indonesia khususnya yang berdomisili di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang ingin melaksanakan Haji/Umrah Plus bisa menghubungi orang tua saya (khususnya Ibu saya) dengan mengunjungi website http://solusiumrahbynawa.blogspot.co.id/ atau langsung hubungi (telp/whatsapp) 0822 4720 3264 (Bq. Purnawati)
Terimakasih, wassalam.



Share
Tweet
Pin
Share
No comment

          Hai semuanya, hari ini fina mau cerita-cerita nih tentang kegiatan hari ini. Sebagai mahasiswa baru (maba), fina menjalani hari-hari sepi tanpa kegiatan yang berarti, mau jalan-jalan keliling Lombok gaada yang ngajakin, mau jalan ke mall gaada duit, mau jalan (lari) deket rumah lagi musim hujan (gaenak aja gitu lari terus tetiba kena hujan), mau belajar tapi males, gaada yang bener deh.
          Jadi, semenjak libur UN sampai sekarang, fina pengangguran, ditambah fina (alhamdulillah) lulus SNMPTN jadi semakin males belajar. Kan katanya pas baru masuk kuliah di UNRAM mesti belajar di gedung bersama dan yang dipelajari pelajaran yang kayak di SBMPTN, dan fina belum belajar sama sekali, HAHA.
           Hari ini, sehabis solat subuh fina main hape, buka Line, buka Instagram (eh follow @finasaadha ya!), pokoknya buka sosial media deh! Parahnya fina sambil tidur-tiduran sampai jam 10, rumah udah rapi jadi gaada yang perlu dirapihin, HEHE.
           Mama yang sudah rapi mengajak fina keliling-keliling, awalnya fina gamau, tapi setelah dipikir-pikir lagi, daripada diam di rumah tidur-tiduran sampe pusing kan ya?
           Akhirnya fina siap-siap pergi, trus fina sama mama naik motor.
          First stop kita ke SAMSAT Gerung. Disini mama mau ngurusin STNK motornya kak lia, mau balik nama soalnya motornya kak lia platnya solo, jadi mau diganti jadi plat lombok sini hehe. Tapi ternyata petugas mutasinya lagi ga buka gitulah, akhirnya kita beli blangko, dan digosok mesinnya sama pak petugasnya.
          Selanjutnya kita ke percetakan foto lalu ke toko baju buat beli kemeja putih fina untuk OSPEK dan kuliah, lalu kita ke Cakranegara beli kain untuk jahitannya mama, dan balik lagi ke percetakan foto buat ngambil foto mama.
          Dan, udah pulang deh. Btw, kita lagi puasa jadi ga pergi makan-makan 😃
          DAN INTI CERITANYA ADALAH
         Pas pulang, udah solat dan segala macem, fina langsung buka laptop, main line dan buka blogger, fina berpikir buat ganti labels TAPI yang terjadi adalah fina ngehapus postingannya, HAPUS. Gila dah, mending 1 post ini 25! Argh kesel sendiri. Emang sih salah fina, pake acara sok tahu caari ganti labels, dengan songongnya fina asal aja klik-klik dan ga buka tutorial. Huhh, setelah menangis, fina langsung memutuskan untuk starting over, jadi fina ngulang aja postnya dikemudian hari, yes, itu cuma postingan tentang keseharian fina sama teman-teman, tapi percayalah, itu berharga😭
          
         So thats why, fina meresmikan label Chit-Chat sebagai postingan keseharian fina yang berarti (ga cuma tidur-tiduran doang). 
         Okay, resmi ;)
          Hahaha.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comment

A. PENGERTIAN TEATER
Teater berasal dari kata yunani “theatron” yang berarti tempat penonton. Istilah
Theatron merupakan turunan kata dari kata theomai yang berarti “dengan takjub melihat
Atau memandang”.
Teater merupakan cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan menggunakan
gabungan dari ucapan, gesture (gerak tubuh) mimiek, boneka, music, tari dan lain-lain.
Seni teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan
tubuhnya sebagai unsure utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu
karya (seni pertunjukan) yang ditunjang oleh unsur gerak,suara,bunyi dan rupa, yang dijalin
dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia.
Bunyi dan suara yang berbeda adalah sumbernya. Bunyi => benda mati , sedangkan Suara
=> makhluk hidup (angin,air,ombak).
Jika di pandang dari cara menyajikannya diatan pentas,drama atau teater, dapat di
Bedakan menjadi :
ð Pantomime, yakni jenis drama yang cara menyajikannya hanya dengan gerak-gerak saja.
Unsur-unsurnya : tubuh,gerak,rupa,bunyi.
ð Opera, yakni jenis drama yang dialog-dialognya disampaikan dengan nyanyian.
Unsur-unsurnya : gerak,suara,rupa,bunyi,tubuh.
ð Sendratari, yakni jenis drama yang prnyuguhannya menggunakan tarian.
Unsur-unsurnya : tubuh,gerak,rupa, bunyi.
ð Drama mini kata
Unsur-unsurnya : tubuh,gerak,rupa,bunyi,suara.
B.  UNSUR-UNSUR POKOK (ELEMEN DASAR TEATER)
1.    Cerita
ð Tragedy (duka cita)
ð Komedi (suka cerita)
ð Melo
Ø Gabungan antara tragedy dan komedi.
2.   Sutradara
ð Orang yang mengatur jalannya cerita dan nomor satu di dalam teater.
·        Tugas sutradara :
Ø Menerjemehkan naskah.
Ø Memilih dan melatih pemain.
Ø Menjalin kerjasama dengan penata arsitik.
Ø Harus bia menyatukan seluruh unsure yang ada untuk bekerja sama dari awal produksi sampai akhir produksi.
3.   Pemain
ð Pemeran yang menyampaikan pesan penulis kepada penonton melalui dialog/wawan kata/aktingnya.
·        Tugas pemain :
Ø Memiliki sifat prima, fleksibel, dan vocal yang terlatih dengan baik.
Ø Observasi kehidupan
Ø Menguasai kekuatan psikisnya/mental.
Ø Memahami dan mengetahui naskah lakon, penokohan, tema,jalinan cerita.
Ø Harus berkonsentrasi pada imajinasi, suasana dan intensitas panggung.
Ø Bersedia bekerja keras secara teratur dan terus menerus.
·        5 macam sifat penonton :
Ø Kecenderungan berpolarisasi.
Ø Mudah menerima rangsangan.
Ø Sikap hubungan yang lunak.
Ø Hilangnya identitas pribadi.
Ø Mudah diarahkan.

Teater ?
Penafsiran Dalam Bentuk: Cerita, Dialog, Benda-Benda Perlen Gkapan Pentas, Tata Musik, Tata Busana, Dekorasi, Atau Bentuk Fisik Tokoh Cerita.
Sandiwara ?
Sandi (Rahasia), Warah (Pengajaran)
Pengajaran Dilakukan Melalui Perlambang Yang Diwujudkan
Dalam Bentuk Tingkah Laku Dan Dialog-Dialog (Penekanan Pada Aspek Seni Atau Ekspresi)
Fungsi Teater Tradisional
Asal Mula Teater Sebagai Sarana Upacara.
1.Teater Sebagai Sarana Hiburan
2.Teater Sebagai Media Ekspresi

Teater Dibagi 2 :
1.Teater Tradisional
1.Ludruk ( Jawa Timur )
2.Lenong ( Jakarta – Betawi )
3.Ketoprak ( Jawa Tengah )
4.Randa I ( Sumatra Barat )
•
2.Teater Non Tradisional
Eks: Opera Romeo N Juliet

Jenis-Jenis Teater Tradisional
1.Ludruk ( Jawa Timur )
2.Lenong ( Jakarta – Betawi )
3.Ketoprak ( Jawa Tengah )
4.Randa I ( Sumatra Barat )

Apresiasi Seni Teater
Konsep Dasar Teater Pada Awalnya Merupakan Persiapan Yang Berkenaan Dengan Teknik Penatalaksanaan Pertunjukan Yang Dipentaskan.
Seni Teater Adalah Bentuk Seni Pertunjukan Yang Berhubungan Dengan Kisah Kehidupan Manusia, Baik Langsung Dan Tidak Langsung Berhadapan Dengan Penonton.
2 Macam Seni Teater Di Indonesia
1.Seni Teater Tradisional
Yaitu Teater Yang Berasal Dari Kebudayaan Indonesia
Ex. Randai ( Riau ), Wayang Orang
Dsb.
2. Seni Teater Non Tradisional.
Yaitu Teater Yang Bukan Dari Kebudayaan Indonesia.
Ex. Opera Romeo & Juliet.

Media Seni Teater / Drama
Tubuh
Suara
Kata
Gerak
Akting
Ilustrasi Musik

Peralatan/ Properti
Nperalatan Proses Pembuatan
- Kamera, Film, Kamera Foto, Lampu, Alat Editing, Generator, Peralatan Laga/Akting, Peralatan Suara Dsb
Peralatan Properti
- Subjek Dan Objek Visualisasi Film Yang Meliputi Hampir Seluruh Wujud Mahkluk Atau Benda Yang Ada Di Alam Ini.

Berkarya Seni Teater
Unsur-Unsur Drama
1.Tema
Adalah Pikiran Pokok Yang Mendasari Kisah Drama.
Ex. Tema : Percintaan
Topik : Cinta Yang Terhalang
Judul : Romeo Dan Juliet
2.Plot
2. Konflik
- Mulai Ada Kejadian Atau Insiden Yang Melibatkan Tokoh Dalam Masalah.
3. Komplikasi
- Insiden Berkembang Dan Menimbulkan Konflik-Konflik Yang Semakin Banyak, Ruwet, Dan Saling Terkait Namun Belum Tampak Pemecahannya.

4. Krisis/Klimaks
- Berbagai Konflik Telah Sampai Pada Puncaknya Sehingga Merupakan Puncak Ketegangan Bagi Penonton. Berupa Akhir Perrtikaian Dari Tokoh Protogonis ( Ideal ) Dan Antagonis ( Tidak Ideal ).
5. Resolusi
- Penyelesaian Konflik. Kisah Dapat Berakhir Menyenangkan Serta Dapat Pula Berakhir Tragis Dan Menimbulkan Protes Dibenak Penonton.

3. Karakter
Karakter Adalah Keseluruhan Ciri-Ciri Jiwa Atau Kepribadian Seorang Tokoh Dalam Kisah Drama.
Ex : Baik Hati, Keras , Sombong, Rendah Diri, Munafik, Materealistik, Ramah, Pemarah, Dll.

4. Dialog
Dialog Adalah Percakapan Antar Tokoh Yang Bersamaan Dalam Suatu Gerak Atau Adegan Untuk Merangkai Jalannya Kisah.

5. Bahasa
Bahasa Merupakan Bahan Dasar / Skenario, Dalam Wujud Kata Atau Kalimat.
6.Ide Dan Pesan
Keadaan Kehidupan Di Masyarakat Sebagai Sumber Ide Atau Gagasan Yang Mempunyai Nilai Pendidikan.

7. Setting
Yaitu Keadaan Tempat Dan Suasana Terjadinya Suatu Adegan Baik Diatas Panggung Maupun Dilokasi Shooting.

Unsur-Unsur Pementasan Drama/Film
1.Naskah/Skenario
2. Pemain/Pemeran
3. Sutradara
4.Properti
5.Penataan
6.Penonton

1. Naskah Drama
-Karangan Yang Berisi Sebuah Kisah Dengan Nama-Nama Tokoh Dan Dialog Yang Diucapkannya.
Skenario Yaitu Naskah Drama Besar Yang Berisi Uraian Lengkap ; Keadaan, Properti, Nama Tokoh, Karakter, Petunjuk Akting/Eskpresi Dsb.
2. Pemain/Pemeran
-Orang Yang Memeragakan Kisah Tokoh Tertentu.
1.Peran Utama
Peran Yang Menjadi Pusat Perhatian Dalam Kisah.
2.Peran Pembantu
Peran Yang Bukan Pusat Perhatian
3.Peran Tambahan/Figuran
Peran Yang Diciptakan Untuk Memperkuat Gambaran Suasana. ( Stuntman Atau Peran Pengganti Untuk Melakukan Adegan Berbahaya) .

3. Sutradara
-Orang Yang Memimpin Dan Mengatur Seluruh Teknik Pembuatan Atau Pementasan Drama/Film.
4. Properti
- Seluruh Perlengkapan Yang Diperlukan Dalam Pementasan Drama Atau Film.
5. Penataan
-Semua Bagian Pekerjaan Yang Mendukung Terlaksananya Pembuatan Drama.
1.Tata Rias Adalah Cara Mendandani Pemain Dalam Memerankan Tokoh Tertentu Agar Lebih Meyakinkan.
2.Tata Busana Adalah Pengaturan Pakaian Pemain Agar Mendukung Keadaan Yang Dikehendaki
3.Tata Pentas
4.Tata Lampu

6. Penonton

Penonton Termasuk Unsur Pementasan Drama Atau Film Karena Merupakan Saksi Dari Hasil Akhir Seluruh Kerabat Kerja.
Share
Tweet
Pin
Share
No comment

Bilangan kuantum (bahasa Inggris: Quantum number) adalah bilangan yang menyatakan kedudukan atau posisi elektron dalam atom yang diwakili oleh suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis.
Bilangan kuantum utama (n)
Bilangan kuantum utama (primer) digunakan untuk menyatakan tingkat energi utama yang dimiliki oleh elektron dalam sebuah atom. Bilangan kuantum utama tidak pernah bernilai nol. Bilangan kuantum utama dapat mempunyai nilai semua bilangan positif, yaitu 1,2,3,4 dan seterusnya. Sedangkan kulit atom dinyatakan dengan huruf K,L,M,N dan seterusnya.
Bilangan kuantum azimut / momentum sudut (l)
Bilangan kuantum azimut sering disebut bilangan kuantum anguler (sudut). Energi sebuah elektron berhubungan dengan gerakan orbital yang digambarkan dengan momentum sudut. Momentum sudut tersebut dikarakterisasi menggunakan bilangan kuantum azimut. Bilangan azimut menyatakan bentuk suatu orbital dengan simbol (l) "huruf L kecil ".
Bilangan kuantum magnetik (m)
Bilangan kuantum magnetik menyatakan tingkah laku elektron dalam medan magnet. Tidak adanya medan magnet luar membuat elektron atau orbital mempunyai nilai n dan lyang sama tetapi berbeda m. Namun dengan adanya medan magnet, nilai tersebut sedikit berubah. Hal ini dikarenakan timbulnya interaksi antara medan magnet sendiri dengan medan magnet luar.
Bilangan kuantum spin (s)
Bilangan kuantum spin menyatakan momentum sudut suatu partikel. Spin mempunyai simbol "s" atau sering ditulis dengan ms (bilangan kuantum spin magnetik). Suatu elektron dapat mempunyai bilangan kuantum spin s = +1/2 atau -1/2.

Nilai positif atau negatif dari spin menyatakan spin atau rotasi partikel pada sumbu. Sebagai contoh, untuk nilai s=+1/2 berarti berlawanan arah jarum jam (ke atas), sedangkans=-1/2 berarti searah jarum jam (ke bawah). Diambil nilai setengah karena hanya ada dua peluang orientasi, yaitu atas dan bawah. Dengan demikian, peluang untuk mengarah ke atas adalah 50% dan peluang untuk ke bawah adalah 50%.

(Power Point) Kimia: Bilangan Kuantum
Dapat dilihat dan didownload disini
Share
Tweet
Pin
Share
No comment
Newer Posts
Older Posts

hai semuanya!

About Me
selamat datang di blognya fina, semoga bermanfaat ya! jangan lupa mampir di sosial mediaku ya~

Social Media

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram


Umrah dan Haji Plus

Umrah & Haji Plus | Arminareka Perdana

Halo teman-teman semua, untuk teman-teman muslim di seluruh Indonesia khususnya yang berdomisili di Provinsi Nusa Tenggara Barat, ya...

Lit This Week

  • Sejarah: Kerajaan Kediri
    KERAJAAN JENGGALA •        Derah kekuasaan : Malang dan Delta Sungai Brantas. •        Pelabuhan : Surabaya, Rembang, dan Pasuruhan....
  • Catatan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan)
    Nemu catatan ldk ORSIMA/OSIS tahun 2015 dulu, daripada usang di binder mending aku ketik sekalian share aja yekan ✌ Pribadi teladan:...
  • Fisika: Venturimeter Tanpa Manometer
    Venturimeter digunakan untuk mengukur laju aliran fluida. Sehari-hari: perusahaan air minum menggunakan venturimeter untuk menghitung ...

Categories

Album & Song List Beauty Chit-Chat Competition Design Drama Draw Fanficton Fashion Fiction Foods Freebies Indonesia Islam Japan Kuli-ah Photography Quotes School Travel
Creatifina

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  February 2025 (1)
      • My Review to My Dearest Nemesis
  • ►  2024 (1)
    • ►  March 2024 (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  January 2022 (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  May 2020 (4)
  • ►  2019 (4)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  July 2019 (3)
  • ►  2018 (92)
    • ►  December 2018 (6)
    • ►  November 2018 (2)
    • ►  October 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  August 2018 (5)
    • ►  July 2018 (10)
    • ►  April 2018 (13)
    • ►  March 2018 (15)
    • ►  February 2018 (20)
    • ►  January 2018 (16)
  • ►  2017 (143)
    • ►  December 2017 (13)
    • ►  November 2017 (14)
    • ►  October 2017 (26)
    • ►  September 2017 (31)
    • ►  August 2017 (22)
    • ►  July 2017 (23)
    • ►  June 2017 (13)
    • ►  May 2017 (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  June 2016 (2)
    • ►  May 2016 (2)
    • ►  April 2016 (1)
    • ►  March 2016 (1)
  • ►  2015 (25)
    • ►  July 2015 (1)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  February 2015 (3)
    • ►  January 2015 (17)
  • ►  2014 (13)
    • ►  December 2014 (9)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  May 2014 (1)
  • ►  2013 (5)
    • ►  December 2013 (1)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  May 2013 (1)

My Blog List

  • Go Blog
    POSTES 1
  • instagram
  • twitter
  • youtube

Created with by ThemeXpose